Pengamatan Bareng dengan Birder Selangor Malaysia

Birdwatching or birding is the observation of birds as a recreational activity. It can be done with the naked eye, through a visual enhancement device like binoculars and telescopes, or by listening for bird sounds.
Pengamatan bersama dengan rekan birder Selangor.
Birding di daerah Ekowisata Mangrove Wonorejo yang saya awali pada pertengahan tahun 2007 selain menambah wawasan tentang ilmu perburungan, ternyata kegiatan ini juga dapat menyambung persaudaraan dan mengenal alam lebih dalam. Bersama rekan-rekan pengamat burung (Peksia) Universitas Airlangga, pengamatan rutin juga tidak selalu di area Mangrove Wonorejo Surabaya. Tapi juga kami melakukan pengamatan di beberapa Taman Nasional Jawa Timur dan sesekali kami juga melakukannya di Cagar Alam untuk menambah perbendaharaan list burung.

Apakah kawan sekalian pernah menonton film The Big Year? Film yang release pada 14 Oktober 2011 dengan genre film komedi ini dibintangi oleh Steve Martin, Jack Black, dan Owen Wilson yang bercerita bagaimana salah satu fenomena tentang birding di luar negeri khususnya di Amerika begitu digemari. Film tersebut menceritakan aktifitas masyarakat dalam melakukan pengamatan burung (birding) yang bermula dari kegiatan perlombaan menembak burung.

Birding bagi saya adalah upaya menjaga kelestarian burung (keilmuan) dalam kemasan rekreasi yang menyenangkan. Namun disatu sisi, beberapa masyarakat awam masih menganggap kegiatan pengamatan burung adalah kegiatan sia-sia dan acara buang-buang waktu saja. Padahal lebih dari itu, burung memiliki peranan pada lingkungan sebagai bio-indikator lingkungan.

Kemarin (Rabu, 30 Oktober 2013) kami kedatangan tamu dari MDHS (Majelis Daerah Hulu Selangor) Malaysia. Tamu kami tersebut berjumlah tiga orang: Ibu Azlina, Ibu Nurul, dan Bang Hanis. Mereka menyatakan kepada kami ingin melakukan pengamatan di Surabaya. Sebelumnya obrolan ringan melalui chat Facebook untuk acara pengamatan bersama yang diadakan di Ekowisaata Mangrove Wonorejo Surabaya. Mereka menanyakan beberapa akses yang dapat didatangi untuk melakukan pengamatan, serta menanyakan beberapa burung endemik yang berada di Surabaya.

Ibu Azlina, Ibu Nurul, dan Bang Hanis setelah mendengar penjelasan dari kami semakin penasaran untuk segera pengamatan bersama kami di Surabaya. 

Tepat pukul 07.00 WIB, Ryan dan Mas Lukman sudah berada di hotel Garden Palace untuk menjemput mereka. Sedangkan saya, Adit, dan Anggara langsung menuju Ekowisata Mangrove dan melakukan observasi lokasi terlebih dahulu.

Setelah menunggu selama satu setengah jam, akhirnya mereka datang. Nasi pecel Rungkut membuka semangat untuk mengawali acara pengamatan. Nasi pecel langganan Adit di daerah Rungkut ternyata mendapat pujian ‘sedap’ dari Ibu Azlina, terutama peyek teri yang renyah itu.

Pengamatan bersama birder dari Selangor di Wonorejo Surabaya.
Pengamatan bersama birder dari Selangor di Wonorejo.

Kami berjalan dengan jalur pengamatan yang biasa kami lakukan. Melewati jalan setapak ke arah timur yang sisi kanan dan kiri terdapat kolam (tambak) bandeng. Ibu Azlina sudah bersiap-siap dengan kamera 7D dan lensa 100-400mm miliknya untuk proses pendokumentasian acara pengamatan. Kami berjalan dengan ritme santai. Sedangkan saya yang belum terbiasa membawa teleskop pinjaman seharga 9 juta dengan pasangan tripot yang lumayan berat, memilih berjalan paling belakang.

Beristirahat sejenak dan berdiskusi.
Kami bertujuh sangat menikmati pengamatan yang luar biasa terik hari itu. Matahari yang bersinar sempat membuat kawatir kami, sebagai pemandu jalan. Kekawatiran kami bukan tidak beralasan, karena tempat tinggal Ibu Azlina dan rekan-rekan di Selangor Malaysia termasuk kawasan bukit yang berhawa sejuk.

Mas Lukman dan Ryan.
Setelah berjalan selama kurang lebih dua jam, kekawatiran kami keliru. Kawan-kawan birder dari Selangor ini, begitu antusias tanpa mempedulikan bagaimana terik matahari Surabaya yang begitu menyengat. Mereka tidak henti-hentinya berkata, “Wah cantiknyaaaaa.” Saat mengamati ratusan Little Egret terbang di hadapan kami. Belum lagi saat mereka mengamati shorebird yang sedang mencari makan.

***

Hari ini (Kamis, 31 Oktober 2013) Ibu Azlina dan rekan-rekan birder akan melakukan perjalanan kembali ke Malaysia. Mereka tak henti-hentinya mengajak kami bertandang ke Selangor pada bulan April Tahun depan. Karena mereka adalah salah satu penggiat konservasi burung yang berada di Malaysia. Tentunya kami akan pengamatan bersama lagi.

“Hanya butuh tiket saja untuk pergi ke Malaysia, setelah sampai di sana kami tanggung,” begitu kata Ibu Azlina kepada kami di teras depan rumah Adit.

“Ah Ibuuuu, setelah melihat video pelancong hulu selangor yang anda perliahtkan kepada saya." Saya jadi 'teracuni' ingin pergi ke Selangor. Insyaallah, semoga saya diberi rizki untuk mengunjungi Ibu dan rekan-rekan birder di Selangor dan melakukan pengamatan bersama lagi. Tabik.

Saya, Bang Hanis, Ryan, dan Mas Lukman.

2 komentar

Pasang Iklanmu di sini