2 min Reading
2
Comments
Saya saat berada di meeting room, Hotel Surabaya Plaza. |
Hari ini tanggal 30 November 2013, tepatnya di Hotel Surabaya Plaza Surabaya. Kami "Sarang Burung Surabaya" kedatangan tamu dari Majelis Daerah Hulu Selangor (MDHS) Malaysia. Kedatangan mereka ke Surabaya dengan maksud memperkenalkan beberapa potensi wisata yang berada di Hulu Selangor terutama dari segi Ekowisata, khususnya bird watching.
Acara yang berlangsung pada pukul 09:00 WIB di ruang meeting conference 1-3 HSPS, mengundang berbagai komunitas pengamat burung dan kelompok studi burung dari setiap Universitas di Surabaya. Beberapa perwakilan yang hadir pada acara "Meeting Conference Selayang Pandang Hulu Selangor" yaitu Peksia (Kelompok Studi Burung Departemen Biologi Universitas Airlangga), Kirik-kirik (Kelompok Studi Burung Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga), Srigunting (Kelompok Studi Burung Universitas Negeri Surabaya), dan Pecuk (Kelompok Studi Burung Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Sedangkan penggiat dan peneliti burung senior dihadiri oleh komunitas "Anak Burung", pada kesempatan ini diwakili oleh saudara Iwan Londo.
Ibu Azlina Mochtar sebagai (Ketua Pegawai Perancang Bandar & Desa) Hulu Selangor yang sempat berkunjung pada bulan Oktober 2013 bersama tiga rekan dari Malaysia, sudah mengawali kunjungannya ke Surabaya untuk bird watching di Wonorejo Surabaya, yang dipandu oleh rekan-rekan dari komunitas Sarang Burung Surabaya yang diketuai oleh Lukman Nurdini (alumni mahasiswa pasca sarjana di Departemen Biologi Universitas Airlangga) dan juga aktif dalam pengamatan rutin di Wonorejo Surabaya. Pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan presentasi tentang potensi wisata Hulu Selangor, dengan presentasi yang begitu menarik dan persuasif. Beberapa penyajian yang diberikan terutama dari segi pengamatan burung. Beliau menampilkan beberapa jenis burung yang dapat diamati di Hulu Selangor, salah satunya yang menjadi ikon daerah tersebut adalah burung dari jenis Black-naped Oriole atau dengan nama daerah di Malaysia sering disebut sebagai burung Kunyit Besar/Dendang Selayang. (Bersambung)
Suramadu bersama dengan birder Selangor Malaysia. |
2 komentar
Ah kok bisa turun di jembatan suromadunya ???? jadi ngiri nich he3x
BalasHapushaha iya kang, ini pas malam dan tidak ada tanda stop. tapi jangan ditirulah, bahaya. kecuali untuk orang ngidam. :)
Hapus